Terkadang aku tak ingin merasakan jatuh cinta lagi.tak ingin
mencintai ataupun dicintai lagi Bukannya sok romantis ataupun puitis, tapi
inilah kenyataan yang kualami saat ini
Seakan aku mulai bosan dengan panggung dan lakon cinta, yang
tak pernah aku pahami sebenarnya apa hakikat cinta itu
Aku sendiri tak mengerti mengapa pada detik ini aku mulai
berpikiran seperti itu
Apakah karena aku
sudah cukup dewasa?
Atau kah aku mulai
merasa lelah dengan setiap masalah dan juga keindahan dalam dunia cintaku?
Lalu aku harus bagaimana dengan kekasih hatiku yang saat ini
masih berdiri menemaniku disini? Apakah aku harus mengatakannya ini kepadanya?
Apakah ia akan mau
mengerti lalu merelakan cinta ini berakhir?
Apa yang terjadi padaku saat ini ?
Aku tidak mengerti jalan
pikiranku.
Apakah aku salah jika memilih jalan untuk sendiri seperti
dulu?
Dalam cinta terkadang aku merasa bahagia.
Saat aku diberi
perhatian olehnya, saat aku di sayang dan ditimang seperti seorang bayi, saat
aku sakit lalu dirawat dengan setulus hati olehnya.
Mungkin itulah keindahan
cinta yang aku dapatkan darinya.
Kadang pula aku merasa memiliki sesuatu yang sangat berharga
dalam hidupku dengan memilikinya. Saat aku merasa rindu saat dia tak bersamaku,
lalu tiba-tiba datang dengan senyuman manis di wajahnya.
Saat-saat dia memeluk
tubuhku dari arah belakangku, dan disaat dia membuat ego ku meninggi karena
kata-kata manisnya.
Mungkin itulah kenangan terindah yang tak akan pernah kulupa.
Namun,tetap saja aku juga pernah merasakan galau karena cinta.
Disaat
hatiku digilas rasa cemburu karena melihatnya dengan teman-teman cowoknya.
Disaat dia tak bisa menemaniku kala aku ditimpah masalah yang berat.
Disaat
dirinya sibuk dengan aktivitasnya.
Dan disaat dia jauh dariku dan tak ada kabar
darinya.
Mungkin inilah pahitnya cinta yang pernah ku cicipi.
Ku sadari bahwa ada yang berubah pada diriku. Yah, aku
sekarang jadi aneh.
Tapi aku juga tak mungkin memohon petunjuk kepada Tuhan
karena selama ini aku tak pernah menjalankan perintah dari-Nya.
Aku malu meminta terus-terus kepadanya di saat aku punya
masalah.
Biarlah diri ini merana sendiri karena tak tau dengan apa
yang tengah terjadi pada diriku sendiri.
Lalu apakah aku akan mengabulkan egoisku ini?
Membiarkan sang kekasih duduk terisak memeluk tubuh lesuhnya
dalam linangan air matanya yang kian meluap memenuhi daratan hatinya, lalu
perlahan demi perlahan akan tenggelam dalam luka yang telah ku ciptakan
untuknya.
Sungguh egois aku ini,,,!!
Tega mengisap darah manis dari gumpalan hatinya yang masih
perawan itu.
Oh Tuhan,,, apakah yang telah terjadi pada diri dan hati
hamba yang layu ini?
Tak mungkin aku menggali kuburan untuk ku sendiri.
Lalu membenamkan bangkai
sendiri dengan timbunan pasir yang menyengat indraku.
Aku memang aneh,,, sungguh aneh,,,
Bagaimana mungkin aku hidup di dunia ini tanpa ingin
merasakan belaian serta usapan sang cinta.
Kecuali aku adalah benda yang tak punya indra dan sukma.
Padamu sang kekasih yang sebentar lagi akan ku tinggali, ku
memohon sekepal maafmu kepadaku.
Aku sangat bahagia melewati aneka macam keindahan hari
bersamamu, melukis dan menulis suasana penuh cinta.
Kau selalu menjadi
pelangi pertama yang pernah mewarnai dan memberi kemilau di ruang hatiku yang
kejam ini.
Kau harus tau, bahwa selalu ada namamu disalah satu bagian
sisi hatiku yang mulai melebur ini.
Aku sendiri merasa sangat heran dengan hatiku ini, hati yang
pernah sangat mencintai dan menyayangmu.
Tiba-tiba saja cinta
di hatiku lenyap begitu saja tanpa aku tau sebabnya yang pasti.
Tiba-tiba saja aku tak ingin merasakan lagi cinta di
kehidupanku ini. Padahal aku sangat bahagia melekatkan cintaku padamu.
Bukan pula aku membencimu.
Maafkan keanehanku
yang teramat aneh ini.
Mungkin matahariku akan redup dalam seketika waktu yang tak
pernah aku ketahui kapan akan terjadi.
Dan engkau adalah peri pencipta keindahan yang pernah aku
sanjung dan aku puja dengan segenap ketulusan hatiku.
Selamat tinggal anugerah terindahku.
Semoga aku terbenam di upuk hatimu yang perawan itu seperti
matahari yang tenggelam di kala petang.
Dan sambutlah matahari baru mu di waktu duha nanti dengan
senyumanmu.
Kau harus ingat cinta di dunia ini memang tidak abadi.
seperti itulah cinta yang sebenarnya tak pernah kuinginkan
lenyap entah kemana.
Dan percayalah, aku menunggu manisnya cintamu di alam
keabadian sana.
tempat dimana bunga cinta bermekaran sepanjang musim yang tak
pernah berganti dan tak pernah layu.
Aku menunggumu
kasih,,,


19.18
Bukan Spiderman

Posted in:
1 komentar:
boleh lha...
:-)
Posting Komentar