Aku adalah penikmat kehidupan. Aku adalah pembuang waktu dan pengorek
kesempatan. Aku juga seorang yang suka
mencari teman dan menjalin persahabatan. Namun tak banyak dari sahabatku
berkhianat dibelakangku. Mereka hanya berani bercerita tentang keburukanku saat
aku tidak ada. Namun sangat berlaku baik dan bijak saat di depanku. Dasar
manusia pengecut.
Sejatinya aku juga seorang pemuda
pencinta wanita. Bukan mencintai sesama jenis. Waktu Sekolah dulu adalah
masa-masa belajar sekaligus masa pacaran yang kebanyakan berujung
pengkhianatan. Aku pernah mengkhianati pacarku dan juga pernah di khianati
pacarku yang lainnya. Impas kan!. Sama-sama pemuda tidak setia pada satu
pasangan.
Namaku biasa di panggil dengan nama
Safry oleh teman-teman saat SMA dulu. Dan bahkan sampai sekarang, di kampus
atau di jalan masih di panggil dengan nama yang sama. Safry. yah namanya
kehidupan, pasti ada perubahan. Dan itu juga terjadi hidupku. Aku hampir
berubah seratus delapan puluh derajat dari kehidupanku yang dulu menjadi
kehidupan yang sekarang. Aku sekarang menjadi seorang pemuda yang pemalas dan
tidak lagi menyukai pelajaran bahkan aku juga kehilangan hobi ku membaca buku.
Dasar pemuda bandel.
Saat ini aku kuliah di sebuah kampus
yang tak begitu bagus dan mungkin tak terkenal sama sekali. Paling rajin kalau
aku masuk sampai dua hari waktu masa perkuliahan dalam seminggu. Otomatis saja
absenku yang paling ramai di pertanyaan oleh dosen-dosen di kampus. Tugas-tugas
perkuliahan selalu menjadi tugas tambahan bagi teman-temanku yang agak pintar
dan bisa di ancam. Dasar mahasiswa pemalas.
Pacar adalah alasan pertama yang
membuatku berani berkunjung ke kampus. Walau cuman sampai dan duduk di kantin
sembari memilih-milih cewek-cewek yang banyak bertebaran di kampus. Yah lumayan
buat teman bermalam minggu. Tapi saat itu aku mencoba menjaga kesetiaanku buat
pacarku saat ini. Tika(nama samaran.
yah Tika lah pacarku sampai detik ini. Aku sendiri tidak tau akan bagaimana
kisah cinta ini kedepannya. Sebab saat ini aku sudah ada di semester akhir,
tapi itu belum tentu menjamin aku bisa wisuda tahun ini bersama teman-teman
seangkatanku. Dasar mahasiswa gak jelas.
Sebagian orang mengataiku kalau aku
ini orangnya baik karena suka menolong teman. Ada yang aku pendiamlah. Pokoknya
yang baik-baiklah, padahal itu semua tak pernah aku rasakan seperti itu. aku
merasa bahwa aku ini hanyalah seorang pria yang pasrahkan hidup, dan membiarkan
berjalan seperti apa yang terjadi dan apa yang menimpaku di setiap harinya tanpa
peduli akan masa depanku. Toh masa depan juga pasti kita capai tanpa harus
mati-matian berjuang. Sukses bisa saja menjadi milikku kan meskipun pemalas
begini. Dasar orang yang pesimistis.
Yah aku seorang yang sangat pesimis
tingkat dewa. Gak seperti teman-temanku lainnya yang kebanyakan optimis. Mereka
tak kenal menyerah(silahkan ditiru). Lah aku, baru saja sekali mendapat
hadangan, maka tanganku akan mudahnya terangkat keatas tanda menyerah(iki
jangan ditiru). Aku juga seorang yang sangat mengagumi pepatah seperti ini “lebih baik selesai kuliah pada waktu yang
tepat dari pada selesai kuliah tepat waktu”. Dan kurasa kalian semua pasti
sudah tau makna dari pepatah itu.
Sungguh mengenaskan kan hidupku ini
kawan?. Pemalas, pesismis, dan gak jelas. Itu mungkin secuil dari keburukan
sifat yang dititipkan oleh Tuhan kepada aku. Untungnya aku masih punya cinta.
Aku masih bisa mencintai seorang wanita dengan hati dan perasaanku. Dan aku
memiliki logika yang tak terlalu selogis yang ada di dalam pelajaran matematika.
Menurutku percuma memiliki beberapa
orang pacar yang sangat cantik jika tak pernah berani mengakuimu sebagai
pacarnya. Tapi ketika anda tak punya pacar satu orangpun, dan masih ada cewek
yang punya keberanian untuk mencintai kita. Itu baru namanya gentle J. Aku sendiri sudah berpacaran beberapa kali. Dan
mantan-mantan pacarku berbeda-beda suku dan adatnya. Mulai dari Bugis, Mandar,
Banjar, Jawa dan terakhir adalah seorang gadis yang bersuku Dayak Kalimantan.
Tepatnya Kalimantan Barat. Dan sejujurnya aku ingin punya pacar yang berasal
dari Indonesia bagian Timur. Yang juga banyak beterbangan di sekitar kampus
busuk nan jelek, rapuh dan bercat kusam itu. dasar kampus reyot dan penyot. Tapi
sekarang aku masih sangat menyayangi pacarku saat ini, seorang gadis lembut
yang juga masih satu suku dengan aku(Mandar-Kalimantan Selatan). Meskipun kini
aku membangun jembatan cinta ku diatas lautan antara pulau Jawa dan Kalimantan.
Aku sendiri kurang yakin dengan LDR_an itu. katanya sih banyak cobaannya. Salah
satu dari kita bisa saja kan menjalin hubungan bisu dan buta(selingkuh). Kenapa
bisa dan buta? Karena hubungannya diam-diam(bisu) dan sembunyi-sembunyi(tak
terlihat alias buta). Dan percayalah kawan, bahwa LDR-an itu ada baiknya juga
walau sebagian besar orang tidak tahan menjalaninya.
Seorang teman baik
meyakinkanku dan bercerita banyak akan sebuah hubungan yang terjalin atas dasar
LDR(long distance relation) atau pacaran jarak jauh. Ada masa-masa yang
mendebarkan yang bisa mendebarkan hati kita bro. yaitu saat mendengar kabar
sipacar yang barusan dalam perjalanan(OTW)
pulang kampung atau untuk menemui kita. Ada juga masa-masa yang bisa
membuat anda harus meneteskan sejumlah air mata anda. Yaitu saat detik-detik
perpisahan dengan kekasih di bandara, pelabuhan ataupun terminal bis. Dan
Tika(nama samaran) pacarku juga kurasa meyakini itu. aku mempercayainya sejauh
ini. (semoga dia membaca tulisanku ini J).
Tapi sorry guys,
aku gak menceritakan bagaimana karakter dan sifat pacarku yang saat ini(Tika).
Biarkan aku saja yang mengetahui bagaimana hebatnya Tika dan bagaimana iya
kusayangi. Tapi aku janji suatu hari nanti, aku akan memposting cerita-ceritaku
yang lainnya dalam edisi beberapa mantan pacarku. Ada yang berkhianat,
terkhianat, atau yang gak jelas cintanya.
Sampai sini saja
dulu yah nawak-nawak. Kalau mau lebih banyak membaca cersapen-cersapen(cerita
sangat pendek)ku. Kalian bisa lihat di blogku
www.safriansyahbinhasan.blogspot.com


22.51
Bukan Spiderman
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar