Seakan tak ada cahaya, hidup
terasa kosong terbuai dalam angan semu
Menghidupkan jiwa yang penuh ke
ibahan dalam keindahan dunia
Ku tau tak akan selamanya aku di
sini
Namun ku ingin mewarnai hidup ini
Dengan seutas senyum yang tak
terhitung manisnya
Dengan selembar kasih sayang yang
tulus
Dan segenggam cinta yang suci.
Hanya setangkai mawar merah ini
menemani aku di sini tuk menantimu
Yang kian berubah warna karena
dinginnya suhu hatiku.
Hingga belaian angin tak mampu ku
tepis lagi.
Aku pasrah, dan berdiam
Tapi aku tak berhenti menuliskan
puisi ini hanya untukmu
Tak ada yang ku dapatkan dari
puisi-puisiku
Tak ada yang bermakna dari
hidupku
Tapi ada kamu yang menjadi
alasanku untuk berdiam di sini.
Bagai beling dan pecahan kaca
yang berkilau dalam sinaran mentari
Walau hanya berceceran dan
berbaur dengan debu yang kotor
Seperti bulan , itulah aku
Yang hanya bisa bersinar di saat
ada cahaya lain yang menyinarinya.
Aku tau aku hanya bisa diam di
saat kau ada di sini
Aku juga tau aku hanya bisa
menunggumu
Tapi tak ada sebiji sesal pun aku
menjadi pengagum mu
Karna tak ada chnta yang perlu di
sesalkan.
Mencinta adalah anugerah yang
abadi di dunia ini.
Dan di cintaipun adalah anugerah.
Aku tak akan menaruh kemulian ini
pada ujung kehancuran jiwaku
Kecuali aku tak bisa memilikimu
Ku ingin engkau menjadi milikku
Tidak untuk hari ini , dan tidak
untuk hari esok
Tapi aku ingin engkau menjadi
sinar terindah dalam sanubariku di hari yang kemarin.
Hingga kau abaikan cerita ini,
Tak kuasa aku menatap putihnya
jiwa dan pesona mu.
Hanya bisa ku kenang di sepanjang
hayatku
Hanya bisa kurasa di saat senja
menatapku
Dan hanya bisa tersenyum di saat
semua telah melewati detikku
Tak akan halal bagiku dirimu itu
Dan tak akan pula lembut sutra mu
untukku
Astaghfirullahularim……!!!
Aku lupa akan nafas ini
Aku lalai akan niatan ini, janji
ini dan sumpah ini
Nafas ini akan terhenti
Wahai Tuhan ku….!!!
Sempatkanlah aku memilikinya,
sebelum aku menghadapmu
A M I N . . . . . .


20.17
Bukan Spiderman
